Mengulas Kamera Sultan Leica M11 Seharga Rp 144 Juta

LEICA M11 adalah penerus kamera digital rangefinder yang diumumkan pada tanggal 13 Januari silam, lima tahun setelah Leica M10. Dengan jarak yang cukup jauh, cukup banyak teknologi baru di M11 dibandingkan generasi sebelumnya, meskipun secara sekilas desainnya terlihat serupa.
Seperti pendahulunya, M11 menggunakan image sensor full frame, tapi kini dengan sensor baru 60MP dan processor baru bernama Maestro generasi ke-3. Kamera ini tetap memiliki jendela bidik rangefinder yang berada di bagian kiri atas. M11 tetap mempertahankan desain minimalis ala Leica seperti kamera film dengan roda shutter speed di atas kamera dan tidak memiliki fitur untuk merekam video.

Beberapa perbedaaan Leica M11 dari M10

– Resolusi sensor dari 24MP menjadi 60MP dengan teknologi BSI dan pixel binning
– Tidak memiliki baseplate seperti kamera Leica M sebelumnya
– Baterai baru dengan kapasitas 700 foto, sekitar 2.5x dibandingkan baterai M10
– Memiliki elektronik shutter dengan shutter maksimum 1/16000 detik
– Resolusi layar LCD ditingkatkan menjadi 2 juta titik, touchscreen, stabilized
– USB-C port untuk charging
– Tombol bantuan manual fokus dipindahkan dari depan ke bagian atas kamera dekat shutter
– Long Exposure Noise Reduction bisa dimatikan
– Fotografer dapat memilih ukuran file RAW/DNG dalam beberapa pilihan, diantaranya 60.3MP, 36.5MP, 18.4MP. Buffer ditingkatkan menjadi 3GB, tapi karena ukuran file yang sangat besar, hanya dapat menampung 10 foto dengan foto kontinyu secepat 4.5 foto per detik di resolusi terbesarnya

Uniknya, fotografer dapat memilih ukuran RAW yang lebih kecil, dan saat memilih 36MP, sebagai imbalannya, buffer dapat menerima sekitar dua kali lebih banyak foto sebelum melambat. Untuk pilihan resolusi terkecilnya yaitu 18MP, noise terlihat lebih halus dan buffer tidak terbatas, cocok untuk foto jurnalis yang biasanya memotret di berbagai kondisi cahaya yang sulit dan lebih sering memotret berturut-turut untuk mendapatkan momen puncak.
Bagian bawah M11 kini berubah total dengan tiadanya baseplate yang merupakan ciri khas kamera film dan digital rangefinder Leica sampai M10. Baterai M11 BP-SLC7 adalah baterai dengan desain baru yang memiliki tutup yang terintegrasi. Baterai ini berkapasitas jauh lebih besar daripada kamera Leica M10 yaitu 700 foto menurut CIPA Standard dan 1700 menggunakan jendela bidik rangefinder.
Tersedia dua jenis pilihan warna yaitu hitam dengan material alumunium dan perak dengan material kuningan (brass). Kamera yang berwarna hitam lebih ringan yaitu 530g dibandingkan dengan yang perak 640g karena perbedaan material tersebut. Sebagian besar fotografer Leica menyukai bahan kuningan karena saat catnya mengelupas secara alami akibat pemakaian, warna kuningan yang seperti emas akan mengemuka. Tapi fotografer yang menyukai kamera yang ringan kemungkinan akan menyukai material alumunium yang kuat tapi ringan
Fitur kamera yang tidak asing di dunia kamera tapi baru pertama kali di Leica M11 yaitu electronic shutter, yang mendukung shutter maksimum sampai dengan 1/16000 detik, sehingga saat memotret dengan bukaan yang sangat besar seperti f/0.95 di kondisi terang tidak terkendali dengan over exposure atau perlu menggunakan filter ND lagi.

Kualitas gambar

Dengan sensor 60MP dan processor baru, M11 dapat menangkap detail yang jauh lebih banyak daripada M10 sebelumnya. Kualitas di ISO tinggi cukup baik sampai ISO 3200, di atasnya sudah bisa melihat noise terutama dalam bagian yang gelap. ISO tertingginya 50000 dan hanya dianjurkan untuk keadaan darurat karena banyaknya noise dan kualitas warna sangat menurun.
Kemampuan kamera menangkap bagian terang dan gelap dari pemandangan M11 ini juga sangat baik. Dalam pengujian saya, kamera ini dapat memulihkan bagian yang terlalu terang (over expose) seperti langit, dan bagian yang gelap dengan baik tanpa menimbulkan banyak noise di bagian yang gelapnya melalui aplikasi Adobe Lightroom

Pengalaman menggunakan Leica M11

Kamera rangefinder M11 merupakan kamera yang unik, tidak bisa autofokus tapi menggunakan mekanisme fokus menggunakan jendela bidik rangefinder yang khas, fotografer akan di bantu dengan adanya “patch” kotak kecil yang terang di bagian tengah untuk memadukan gambar menjadi satu dengan memutar gelang fokus di lensa.
Jika subjek/gambarnya sudah menyatu dan tidak berbayang, artinya gambar sudah fokus dan siap dipotret. Fotografer juga dapat menggunakan monitor LCD dan fitur focus peaking untuk manual fokus.
Memotret dengan kamera manual fokus tentunya akan melambatkan proses dalam memotret tapi bagi yang berpengalaman dan terlatih, memotret dengan kamera Leica M bisa sangat cepat dan merupakan proses memotret yang unik.

LEICA M11 merupakan hasil evolusi berkelanjutan dari Leica M sebelumnya dan di awal tahun 2022 merupakan salah satu kamera dengan kualitas gambar yang yang terbaik. M11 dikembangkan dari saran kritik pengguna Leica M dan Leica berhasil memperbaiki berbagai hal yang dikeluhkan dengan mengganti kapasitas baterai yang lebih besar, jendela bidik baru yang lebih detail, akses baterai dan memory card yang lebih cepat dan tombol dan menu yang praktis dengan mempertahankan ukuran dan desain essential minimalist.

Yang tertarik dengan  Kamera LEICA M11 ,silahkan menghubungi toko kami JKLensa Kamera di Surabaya.

Open chat