Ada yang berpendapat bahwa membeli kamera dan lensa adalah sebuah investasi. Mungkin ini tepat untuk kamera dan lensa edisi khusus seperti satu set kamera dan lensa Leica M9-P Hermes, tapi saat ini sebagian besar kamera dan lensa di era digital bukan lagi investasi. Di era digital jaman sekarang, perkembangan teknologi sangat cepat berubah. Kamera saat ini sungguh sudah sangat berbeda dengan kamera jaman film yang mengandalkan komponen mekanik. Kamera dan lensa jaman film dulu bisa digunakan dalam rentang waktu 20 sampai 30 tahun. Sedangkan saat ini kamera dan lensa digital berisi komponen elektronik yang tentunya semakin sering digunakan atau bahkan meski tidak digunakan, dalam waktu 5-10 tahun rentan aus dan rusak.

Kebanyakan kamera digital saat ini, dalam dua tahun harganya turun 20%. Tadinya tidak berlaku untuk lensa, tapi saat ini lensa juga saya amati turun 20% atau bahkan kalau lensa yang kurang populer, bisa turun sampai mendekati 40% dari harga baru. Lensa lama juga berkurang nilainya di mata fotografer di era digital. Penyebab utamanya karena perkembangan sensor kamera yang pixelnya makin banyak dan rapat, membutuhkan lensa dengan resolving power yang kualitasnya lebih tinggi. Lensa-lensa lama dan lensa di era film tidak akan tajam maksimal jika di pasang di kamera digital beresolusi tinggi saat ini. Bahkan lensa yang dibuat 5-10 tahun yang lalu di era resolusi kamera digital hanya 12-18 MP juga sudah terasa kurang tajam jika dipasangkan di kamera 24, 36 MP atau lebih.

Menjual lensa juga tidak semudah dulu, karena sistem kamera saat ini sangat bervariasi, 10 tahun yang lalu, saat Canon dan Nikon mendominasi 80% pasar. Di saat itu tidak sulit menjual kamera dan lensa bekas, tapi saat ini menjual lensa kamera DSLR tidak mudah karena pengguna kamera DSLR menurun, sedangkan pengguna kamera mirrorless sepeti Sony, Fuji, Olympus, Panasonic dan Leica meningkat. Karena variasi sistem kamera makin luas, maka pembeli lensa untuk masing-masing sistem menjadi berkurang. Dengan berkurangnya pembeli di tiap sistem kamera, maka satu-satunya jalan supaya bisa laku lensanya adalah menjual dengan harga murah.

Dengan kondisi yang seperti sekarang ini, membeli kamera dan lensa yang tepat menjadi sangat penting, jika kita sekedar membeli untuk mencoba-coba saja, kita akan kehilangan banyak uang saat ingin menjualnya kembali. Jika ingin sekadar mencoba menurut saya bisa pinjam atau sewa untuk beberapa hari untuk memastikan bahwa kita suka dengan kamera/lensa tersebut. Jika memang sudah terlanjur memiliki banyak kamera dan lensa, tidak ada salahnya mencoba menjual yang jarang digunakan daripada kamera dan lensa menjamur di lemari, bukannya lebih baik dijual supaya bisa dapat dimanfaatkan oleh orang lain lebih baik?

Saat ini, tidak banyak fotografer yang benar-benar menguasai alatnya. Yang lebih banyak adalah yang mengganti kamera dan lensanya dari satu jenis ke yang lain dalam waktu singkat, sehingga tidak pernah belajar memaksimalkan-nya. Dengan kondisi kamera dan lensa yang harganya semakin tidak terjangkau dan diperparah karena nilai tukar Rupiah yang menurun dalam kurun waktu lima tahun terakhir dan akan semakin tingginya bea cukai barang impor, maka kesempatan ini bisa kita gunakan untuk belajar, memotret dan belajar dari apa yang kita miliki, toh di lapangan kita hanya dapat mengunakan satu kamera, dan satu lensa saja dalam satu kesatuan waktu.

Sumber : Infofotografi.com Enche Tjin